KONDISI DESA

Desa Salulemo adalah salah satu desa dari 21 (dua puluh satu) desa yang masuk kedalam wilayah kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara. Desa Salulemo memiliki luas wilayah sekitar ± 10,13 km2. Desa Salulemo terletak dibagian timur kabupaten Luwu Utara dengan batas-batas sebagai berikut :

 Sebelah Utara     : Desa Lapapa

 Sebelah Timur    : Desa Pongo

 Sebelah Selatan  : Desa Kariango

 Sebelah Barat     : Desa Bumi Harapan

 

 

SEJARAH DESA

Pada Zaman Kedatuan Luwu, Baebunta adalah kampong yang ditunjuk oleh Datu Luwu untuk menjadi tempat perwakilan perpanjang tangan kekuasaan kerajaan Luwu dibagian Utara kerajaan. Jabatan yang diberikan datu Luwu kepada pemangku kekuasaan adalah MAKOLE. Di wilayah selatan, datu menunjukkan dua tempat yang serupa tugasnya dengan Baebunta, yakni di Bua dan di Ponrang. Nomenklatur jabtan yang diberikan oleh datu disana disebut MADDIKA.

Karena besar kewenangan yang diberikan Datu kepada MAKOLE, maka MAKOLE mempunyai banyak pembantu, salah seorang diantaranya bernama Puang KAMBI alias TO SAMPALA yang berasal dari Masamba. Tugas beliau dari MAKOLE adalah memimpin masyarakat untuk mencari ikan dimusim kemarau. Diakhir hayat beliau diberi gelar dengan nama Puang Tuju Elona. Suatu ketika Puang to Sampala sampai ke wilayah Salulemo Tua (sekarang termasuk wilayah desa Lapapa, Kecamatan Masamba).

Dikawasan itu Puang to Sampala menemukan RURA (rawa-rawa) yang luas, sehingga Puang to Sampala merasa bingung untuk mengambil ikannya. Kemudian saat itu ide Puang to Sampala muncul untuk mengeringkan rura tersebut dengan cara mengalirkan airnya dengan teknik menggali saluran agar airnya bias mengalir kesungai. Tetapi Puang to Sampala merasa kekurangan tenaga kerja, sehingga Puang to Sampala memerintahkan kepada warganya untuk berangkat kewilayah Seko untuk memanggil bantuan tenaga kerja. Diwilayah Seko, utusan Puang to Sampala itu tiba disuatu perkampungan yang bernama Seko Lemo. Dari sanalah didatangkan tenaga kerja bantuan untuk menggali saluran air yang besar bahkan sampai menyerupai sungai (Salu).

Disetiap musim kemarau, warga Baebunta beramai-ramai mendatangi kawasan rura tersebut untuk menangkap ikan. Terutama salu tanutu yang merupakan gabungan aliran sungai Meli, Kariango dan sungai Baebunta sendiri. Dari uraian beberapa peristiwa itu, maka warga sepakat untuk memberi nama pada tempat yang selalu dikunjungi dengan nama SALULEMO yang artinya Salu (sungai) buatan dari seko lama, sehingga digabung menjadi SALULEMO. Desa Salulemo yang dibentuk pertama kali, berasal dari pemekaran desa Baebunta Kecamatan Sabbang (Rongkong Bawah) pada masa pemberontakan DI/TII. Sejak itu pemerintahan desa Salulemo mulai dilaksanakan dengan para pelaksana kepala desa.